• Kalender

    August 2014
    M T W T F S S
    « Oct    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Statistik Blog

    • 396,027 kunjungan
  • Komentar

    There are no public comments available to display.
  • Archives

Logo ADBM Group

LOGO ADBM GROUP

Arti logo:

Lingkaran adalah bentuk yang paling dinamis, fleksibel dan berjalan mengikuti waktu

Lingkaran bisa berarti sebuah sistem, komunitas, persatuan dan kesatuan  yang utuh,  memberi sugesti dan menjadi pusat perhatian;  fokus dan terarah seperti melihat sebuah tujuan

Warna emas pada lingkaran, berarti komunitas tersebut tidak akan pernah lekang oleh waktu, seperti emas yang tidak akan pernah berkarat, dan jatuh nilainya

Tulisan padepokan api di bukit menoreh dalam aksara Jawa, menunjukkan lokasi yang diceritakan adalah seputar sejarah di pulau jawa

Gambar cambuk adalah lambang bahwa dalam cerita adbm, berkutat di seputar cerita orang bercambuk. Selain itu, cambuk merupakan sebuah semangat untuk memperbaiki keadaan, dengan lecutan cambuk, maka semua akan disadarkan atas kesalahannya.

Cakra bergerigi sembilan (+1) merupakan lambang dari segala yang ada di bumi ini hanya bisa berusaha hampir sempurna, karena kesempurnaan hanya ada pada satu gerigi  yang berhubungan dengan cambuknya, yaitu Yang Maha Kuasa

Tanda  “+” di tengah cakra, merupakan lambang bahwa kehidupan dalam padepokan ini tidak lepas dari hubungan antar sesama (horizontal) dan hubungan dengan Yang Maha Kuasa (vertikal)

Bendera gula kelapa, adalah lambang dari nusantara, dimana komunitas ini berasal dari seluruh nusantara dimanapun mereka tinggal, namun akan selalu ingat bahwa di sinilah ibu pertiwi menanti…

(sumber: Banuaji On 21 Juli 2010 at 20:18 banuaji said :  http://adbmcadangan.wordpress.com/halaman-lain/)

5 Responses

  1. seperti emas yang tidak akan pernah berkarat, dan jatuh nilainya

    HEHEHEHEHE…..

    siapa bilang emas TIDAK JATUH NILAINYA.

    Lihat saja di Bursa emas London, New York akhir-akhir ini

    Kemarin eMas Kardjo turun dari bis di Kampung Rambutan, eh jatuh dia. Hiks……………

    jAskiding

  2. Nulis padhepokan kok ora nganggo dha, ? Ing gbr iku ditulis nganggo da, apa sengaja kreasi tulisane ngono iku? Yen sengaja ya terserah , mangga mawon.

    • he he he …., saya tidak ngerti Huruf Jawa.
      Kami hanya memungut dari blog induk Api di Bukit Menoreh (http:/adbmcadangan.wordpress.com).

      Mungkin yang membuat melihat teksnya di bahasa indonesia Padepokan, bukan Padhepokan seperti halnya di (pada di Bukit Menoreh) yang tidak ditulis dhi. Kalau ditulisnya campur baur jadi tidak elok, he he he …. Padhepokan Api di Bukit Menoreh.

      Kalau ingin jelasnya biar Ki Banuaji atau Ki Gonas yang menjawabnya.

      • Setuju dengan Ki Konclenk, sebaiknya Ki RIsang sampaikan kepada para sesepuh padhepokan untuk kata “padhepokan” ditulis sesuai ejaan dan huruf Jawa yang standar yaitu dengan huruf “dha”. Dengan kedudukan Ki Risang sebagai Putut padhepokan, tentu suaranya akan diperhatikan.
        Matur nuwun.

  3. cerita ini bagus,…… tp kurang meyakinkan untuk sesuai dengan sejarah sebenarnya.terimakasih

    lha…, memang ini bukan buku sejarah, tetapi cerita yang berlatar belakang sejarah.
    he he he …, tidak tahulah, bagaimana menurut sanak-kadang yang lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.